The Design Company.

You can change this area in header.php

Kampung Jamur

Ini adalah mimpi saya yang harus terwujud insya allah di tahun 2011..tapi kalo ada yang ingin berdiskusi tentang Kampung Jamur ini dipersilahkan.

Berbisnis adalah hal yang banyak ingin dilakukan oleh orang, namun dari banyaknya orang yang ingin, hanya sedikit yang mampu untuk merealisasikan keinginannya, salah satunya adalah bisnis jamur merang di daerah parompong.

Daerah parompong disini khususnya masih di perbatasan dengan kota bandung, yaitu di kampung cicarita. Dengan mencoba format budidaya jamur merang model baru diharapkan disamping mendulang rejeki juga bisa membuka lapangan kerja.

Beberapa hal yang coba ditawarkan di kampung ini adalah

1. menyediakan jamur merang siap panen

2. menyediakan berbagai macam jenis olahan jamur merang

3. tempat wisata jamur merang

4. dst

Itulah sekilas gambaran dari objek wisata usaha jamur merang dengan tema KAMPUNG JAMUR, terletak di kampung cicarita, desa ciwaruga, kec.parompong, kab.bandung barat, rt.5/18, diapit oleh 2 kompleks perumahan elit yaitu Pondok Hijau Indah dan Setiabudi Regensi membuat KAMPUG JAMUR cukup mudah untuk diakses dan jadikan tempat rekreasi dan juga belajar ilmu bercocok  tanam jamur

Untuk informasi lebih lanjut hubungi rizki aminullah di:

1. 0817710122 / 022-70487243

2. website : kartubisnis.com/blog/rzqimplementor

insya allah bermanfaat

wasallam

Indahnya 17-an di kampung orang

Indahnya 17-an di Kampung Orang . . .

. . . Seorang Al Akh adalah sebuah sosok yang bisa berbaur kepada siapa saja, namun sifat nya seperti minyak dengan air, atau seperti ikan di air asin. Berbaur tapi tidak tercampur. . . . Rizki Aminullah . . .

Sejak kepindahan kami ke kampung Cicarita memang telah membuat masyarakat sekitar rumah kami singgah, mulai memberikan banyak harapan untuk perbaikan kampung ini. Dan dengan adanya tetangga baru sebelah atas yang terdiri atas 5 orang ikhwan memberikan tenaga baru untuk turut serta dalam perbaikan kampung ini.

Moment 17-an di kampung cicarita merupakan moment yang semarak dengan aneka lomba untuk anak-anak, bapak-bapak juga untuk ibu-ibu. Lomba untuk anak-anak ada lomba balap kelereng, lomba makan kerupuk, lomba mengambil koin dengan mulut di pepaya yang dilumuri arang dll. Lomba untuk bapak-bapak ada panjat pinang dan tenis meja. Dan lomba untuk ibu-ibu ada balap karung, sepakbola dan panjat pinang. Semarak lomba-lomba tersebut telah membangun kebersamaan warga. Ternyata untuk membangun kebersamaan warga tidak harus dengan acara yang meriah yang menghabiskan biaya yang besar, dengan berbagai lomba tradisional tersebut juga telah membangun kebersamaan masyarakat.

Pagi itu, seluruh warga sudah bersiap – siap untuk bertarung dalam perlombaan yang sudah dipersiapkan oleh panitia 17-an. Sebuat saja Kang Fuad, beliau adalah jebolan pesantren di Banten, dan sudah sejak lama pindah ke kampung ini bersama dengan Istri nya. Menjelang siang Kang Fuad sudah bersiap dengan satu kantong plastik berisi perlengkapan yang dibutuhkan untuk perlombaan, tidak lupa kepalanya di tutup dengan topi untuk menjaga kepala dari teriknya sinar matahari yang memang saat itu bersinar cukup cerah.

Saya dan istri memang bukanlah orang yang ingin ikut pertandingan. Namun kami sudah lama tidak menikmati suasana 17-an, baik itu megikuti pertandingan yang digelar, maupun sekedar melihat senyum yang menghiasi anak-anak kecil dalam perlombaan. Oleh karena itu, kami pun sudah memiliki agenda untuk bersama-sama menyaksikan kegiatan 170an di kampung ini. Sekitrar pukul 09.00, kang Fuad sudah mulai memanggil warga dengan toa yang berada ditanggnya. Karena rumah kontrakkan kami tidak jauh dari lokasi digelarnya kegiatan 170an, akhiranya pengumuman itupun sekaligus menjadi tanda bagi kami untuk bersiap-siap menikmati pertandingan yang akan digelar.

Sejak lulus SMA, saya sudah tidak lagi menikmati indahnya ber-17-an, dalam konteks apapun, biasanya sewaktu kuliah, saya menyikapi 17-an dengan aksi renungan bersama rekan-rekan mahasiswa. Pernah satu kali moment 17-an saya, menggelar aksi bersama rekan – rekan Bem Se- Bandung Raya, didepan Gedung Sate yang saat itu pun sedang melaksanakan upacara. Dalam hati saya berfikir, nemat juga saya pada saat itu. Perlu diketahui bersama, pada saat itu, Ka. Polda menyatakan jangan coba-coba turun aksi untuk saat ini, karena yang bertanggung jawab dalam penjagaan keamanan saat ini adalah pihak TNI. Itu mungkin sekilas apa yang saya lakukan saat melewati 17-an di bangku kuliah.

17-an tahun ini, adalah kali pertama saya melewati di sebuah perkampungan yang cukup erat rasa kekeluargaaanya, dan tidak lupa, tahun ini pun saya sudah didampingin oleh seorang istri yang saya nikahi di bulan Mei. Lengkap sudah perayaan 17-an saya untuk tahun ini. Sebuah peringatan kemerdekaan yang memang merdeka. Saat itu, saya dan istri saya, adalah sepasang kader yang memang tinggal disana dan menyaksikan kegiatan yang ada. Sebagai gambaran, saat itu kegiatan untuk pagi hari dipusatkan di pertigaan jalan buntu. Sehingga bisa dibayangkan, tidak ada tempat duduk yang sengaja dipasang disana, akhirnya saya dan istri pun duduk di trotoar menikmati suguhan pertandingan balap karung ibu-ibu. Cukup menghibur dan membuat hati kami puas.

Pertandingan pagi itu tidak bisa kami nikmati hingga akhir, karena kami harus beberes rumah, mumpung hari libur. Siang harinya agenda 17-an akan menggelar lomba panjat pinang. Dan kami pun mengagendakan pula untuk melihat suguhan yang datang 1 tahun sekali ini.

Sore harinya, selepas ashar. Kegiatan 17-an dipusatkan di lapangan sepak bola mini. Saat itu digelar pertandingan sepak bola ibu-ibu. Kami pun tidak mau ketinggalan untuk mengambil satu tempat duduk disalah satu anak tangga dimana pemandangan sepak bola pun terlihat dengan indah. Saat itu, kami tertawa, duduk berdua, diatas tangga, melihat sepak bola. Sebuah situasi yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya. Duduk ditangga menonoton sepak bola berdua dengan istri tercinta, dan yang menariknya adalah kami kader yang mengemban nama besar jamaah. Namun kami yakin apa yang kami lakukan bisa lebih mendekatkan kami kepada masyarakat. Dan kami mengharapkan bisa menjadi contoh tentang aktivitas hiburan apa yang bisa dilakukan oleh pasangan rumah tangga, namun tidak termasuk kepada kegiatan yang menyia-nyiakan waktu, atau pemborosan uang, atau efek negatif lainnya. Semoga apa yang saya alami diatas bisa menjadi hikmah, bahwa kader pun harus bersosialisasi dengan masyarakat tempat dimana kader tersebut tinggal. Lakukan apa saja aktivitas dengan masyarakat sesuai dengan kemampuan kita.

Saya, Rizki Aminullah, wassalam . . .

Memahami integral untuk menghitung luas daerah

Inilah salah satu bab dalam matematika yang secara teori bisa digunakan dalam dunia nyata…ketika dulu orang menemukan integral memang tidak ujug-ujug dalam bentuk yg seperti sekarang,,,namun berangkat dari teori luar bangun kemudian limit tak hingga akhirnya ketemulah integral…

Dahsyatnya juga,,,faktanya seluruh bentuk di dunia ini memiliki persamaan—asalkan kita bisa membuatnya saja:)—sehingga kalo seluruh bentuk memiliki persamaan, maka dengan mudah kita bisa menghitung luas daerah dari bentuk tersebut….

Jadi kalo ada suatu danau yg secara geometri bentuknya tidak sempurna bulatnya, maka salah satu yg bisa kita lakukan adalah untuk menghitung luas daerah danau tersebut dengan mengunakan integral…terntunya dengan syarat bahwa kita mengetahui persamaan dari danau tersebut—silahkan dibuat dulu—he he he

Pembahasan lebih lanjut tunggu posting selanjutnya

salam

rzqimplementor

Mengukur Prestasi dengan KPI

Pendahuluan

Sering kali kita merasa bingung ketika ditanya tentang keberhasilan diri kita, atau ketika kita berada di dalam suatu organisasi, kita sulit mengetahui apakah organisasi kita berhasil atau sudah mencapai tujuan yang ditetapkan.Kesulitan dalam menentukan suatu tingkat keberhasilan adalah suatu masalah yang mendasar dalam suatu organisasi. Hal ini akan mempengaruhi jalannya organisasi kedepannya.

Kita mengetahui bersama, bahwa untuk mencapai suatu berhasilan membutuhkan waktu, kadang ketika kita mengevaluasi tujuan yang sudah kita tetapkan, kita menjadi gamang untuk menentukan apakah diri kita sudah berhasil atau belum. Dan kecenderungan yang akan kita lakukan ketika kita belum mencapai keberhasilan adalah mengubahan tujuan yang akan kita raih. Padahal sesungguhnya langkah yang kita tempuh sudah sesuai dengan tujuan yang kita tetapkan, tetapi belum menampakkan hasil yang nyata.

Akhirnya ketika tujuan terus berubah dan indikator keberhasilan sulit untuk kita lihat faktanya, kecenderungan kita adalah membiarkan diri kita atau organisasi kita berjalan apa adanya, dan akhirnya sampailah kita pada kondisi kita saat ini.

Manfaat KPI

Untuk melakukan perubahan sejak saat ini bukanlah suatu hal yang percuma untuk dilakukan. Oleh karena itu, siapapun kita, dimanapun kita beraktivitas membutuhkan suatu indikator keberhasilan dari suatu tujuan yang sudah kita tetapkan (jika dalam organisasi, tujuan organisasi disetujui secara oleh seluruh elemen yang ada). Alasan kenapa kita membutuhkan indikator keberhasilan sudah cukup terurai diparagraf sebelumnya, sedikit akan saya uraikan manfaat dari adanya indikator keberhasilan ini dalam kehidupan kita atau dalam organisasi kita.

Manfaat adanya point-point indikator keberhasilan (Key Performance Indicator) adalah :

  1. Adanya pedoman bagi kita untuk memandu mencapai tujuan. Karena dalam KPI ditentukan point-point tujuan yang akan kita kerjakan.
  2. Kita bisa menentukan tingkat keberhasilan yang sudah kita raih. Karena dalam KPI ditentukan target keberhasilan dari tiap poitnnya.
  3. Kita bisa mengejar ketertinggalan dari tiap tahapan yang ada. Karena dalam KPI kita bisa melihat capaian tiap tahap, sehingga ketika salah satu tahap tidak terpenuhi, dengan mudah kita bisa mengetahui dan mengejar ketertinggalan yang ada.
  4. Adanya fokus dalam gerak. Karena dalam KPI hanya memuat point-point yang akan dilaksanakan untuk mencapai keberhasilan, sehingga kita dapat dengan mudah membedakan apakah suatu aktivitas yang kita lakukan memang bermanfaat untuk mencapai tujuan atau tidak ada korelasi dengan tujuan yang akan kita capai.

Teknis Penyusunan KPI 1 tahun

Dalam menyusun KPI diperlukan beberapa data yang sebaiknya ada, seperti Job Description, Visi dan Misi, dan Tujuan. Setelahnya kita tuangkan visi dan misi, job description, dan tujuan kedalam format KPI yang berisi sebagai berikut :

  1. Point-point KPI : pada kolom ini kita menentukan point-point apa saja yang akan kita jadikan sebagai indikator keberhasilan. Point-point yang dituliskan haruslah bisa diukur atau memenuhi kriteria SMART, Contoh : Jumlah siswa, Jumlah pendapatan, Implementasi SOP, dll. Hindari point-point KPI yang tidak bisa diukur, contoh : sukses ujian, peserta training banyak, dll.
  2. OuM (United Of Measure) / satuan pengukuran : pada kolom ini kita tentukan satuan dari point KPI yang ada. Contoh : Jumlah siswa dengan satuan orang, implementasi SOP dengan satuan %, jumlah pendapatan dengan satuan Rupiah, dll
  3. Bobot : pada kolom ini, kita memberikan bobot pada tiap point KPI yang kita miliki. Bobot ini mencitrakan prioritas dalam menentukan keberhasilan. Contoh : kita memiliki 4 point KPI : 1) Jumlah siswa, 2) Pendapatan, 3) Implementasi SOP, 4) Kepuasan Pelanggan, dan kita memberikan bobot sebagai berikut :

1) Jumlah siswa : bobot 40

2) Pendapatan : bobot 25

3) Implementasi SOP : bobot 20, dan

4) Kepuasan Pelanggan : bobot 15

Sehingga total semua bobot adalah 100 point.

  1. Base Data / Data Awal : pada kolom ini kita tuliskan data awal yang ada dari poitn KPI tersebut, jika belum ada datanya diberi keterangan n.a (not aviable).
  2. Target/Rencana : Pada kolom ini kita cantumkan angka yang ingin diraih kedepannya. Contoh : Jumlah murid (orang), base : 50, target : 80; Pendapatan (Juta,Rp), base : 100, target : 200; dll
  3. Keterangan : pada kolom ini kita menuliskan penjelasan cara pengukuran dari tiap point KPI yang dituliskan. Hal ini dilakukan untuk memperjelas capaian dari tiap2 point KPI yang ada. Contoh : Jumlah Siswa (keterangan : Jumlah siswa ini diambil dari banyaknya siswa baru yang mendaftar pada tahun ajaran baru).

Bentuk form KPI yang dimaksud adalah sebagai berikut : (contoh)

No

KPI

UoM

Bobot

Base

Target

Keterangan

1

Jumlah siswa

Orang

40

50

90

Banyaknya siswa baru yang mendaftar

2

……

…..

…..

…..

…..

…..

Perumusan, Persetujuan dan Pertanggunganjawab KPI

Setelah kita berhasil merumuskan KPI, kemudian kita harus mengkomunikasikan kepada seluruh pihak yang terkait pada KPI tersebut. Jangan sampai terjadi ada pihak yang tidak sepakat dengan KPI yang sudah dibuat, karena hal ini akan mempengaruhi totalitas seseorang dalam menyukseskan KPI. Setelah seluruh pihak setuju dengan KPI yang disusun, barulah KPI tersebut dipertanggungjawabi kepada pihak yang lebih tinggi.

KPI yang sudah tersusun dan disepakati harus diberitahukan kepada pihak yang lebih tinggi agar dia pun mengetahui apa yang akan kita kerjakan dalam mencapai tujuan kita. Proses pemberitahuan kepada pihak atasan akan menimbulkan masukan atas KPI yang sudah disusun. Hal ini akan menghindari terjadinya ketidaksepakatan antara kita dan atasan kita di tengah periode kerja yang akan digulirkan.

Jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan pembuat dan pihak yang menyetujui dari dokumen KPI yang sudah disusun. Tanda tangan adalah salah satu bukti bahwa dokumen tersebut sudah sah.

Proses perumusan, pengkomunikasian dan persetujuan disebut Roll Down. Sedangkan proses pertanggunganjawab kepada pihak yang lebih tinggi disebut Roll Up.

Teknis Penyusunan KPI dalam format Bulan

KPI dalam format bulan diperlukan untuk menterjemahkan tahapan-tahapan yang dilakukan di tiap bulannya, serta targetan-targetan yang diinginkan dalam setiap bulan, sehingga kita bisa mendeteksi lebih cepat kesulitan, kesuksesan dan hal lainnya yang menyebabkan KPI kita tidak terpenuhi.

Memonitor dan Mengevaluasi KPI

KPI yang sudah dibuat sebaiknya dimonitor setiap seminggu sekali dan dievaluasi capaiannya setiap sebulan sekali. Monitor yang dilakukan 1 minggu sekali dalam rangka mengetahui kesulitan/masalah yang terjadi dalam menggapai sasaran 1 bulan.

Matahari kan bersinar sayang…

Jika matahari tidak bersinar,,,artinya cuma ada 2 kemungkinan,1. sedang mendung/hujan/gerhana, 2. kiamat dah….nah lho,,mo milih yg mana? yg jelas ketika matahari tidak bersinar di pagi hari, biasanya kita akan merasa tidak siap dengan kondisi tersebut, apalagi pagi itu adalah hari senin,,,hari pembuka ditiap minggunya…perasaan dan hawa bergerak pun tidak muncul,,,tapi itu tidak seberapa, dibandingkan ketika pagi hari kita bangun, matahari tidak bersinar bukan karena mendung atau hujan atau gerhana, tapi karena waktu kiamat sudah tiba,,,pertanyaannya sudah siapkah kita dengan hal itu?kalo matahari tidak bersinar karena mendung, mungkin kita bisa tidak sekolah atau bekerja,,tapi kalo karena kiamat, siapa yg bisa menghindar????selamat menanti sinar matahari…

Ketika mo Nikah,,gak ada yg mau

based on true stroy

seorang TUkang Cukur ngeluh,mo nikah tapi belum laku2…saya bilang,akang milih2 kali???tukang cukur ini lulusan SMP,,umurnya sama dengan saya,,,kelahiran 83…beliau nanya,,kalo akang dah nikah?anaknya berapa?…saya jawab sudah, anak 1 putra…

Sekedar berbagi,,,saya bilang,,waktu saya mo nikah,,saya cuma ketemu 4 kali,1 waktu ketemu (itupun ditemenin ma ustadz), 2 waktu kerumah ortunya,3 waktu ortu saya silaturahmi calon mertua, 4 pas akad…

kesimpulannya,,nikah emang butuh persiapan, tapi kalo Allah SWT sdh memberikan jalan, jgn disia-siakan,,,kesempatan hanya akan menghampiri orang yang siap (…andri wongso)

salam sukse…luar biasa

rzqimplementor

  • Search